5 Achmad Nor. - 4 years ago
old sekali, haha
5 Achmad Nor. - 4 years ago
old sekali, haha
3 Anggoro Primandaru - 2 years ago
Nice place
5 Hendri Noorwidjaya, Afuk - a year ago
(Translated by Google) 5 *: Because this power station has a history of Tempo Doeloe. Surabaya people rarely know about "this building". If we open the literature, this substation used to function as a 6 KV (kilo volt) electrical substation. This electrical substation in the Dutch colonial era functioned as a transformer protector (a voltage lowering device / in Dutch called the Huisje Transformer aka Transformer House) from heat and rain. The benefit of the transformer at that time was an electrical device that could change the level of an alternating voltage to a stable direction which could then be used in homes.
To protect the components inside, a thick-walled building with a single door is made of steel. Due to the high tension, at that time everyone was strictly forbidden to approach him, let alone touch him. Only electricians can approach.
In the current era, only PLN u0026 related agencies will know whether this substation is still functioning or not. thanks.
(Original)
5* : Karena gardu listrik ini memiliki sejarah Tempo Doeloe. Jarang ada masyarakat surabaya yang tau perihal "bangunan ini". Jika kita membuka literatur, gardu ini dulu berfungsi sebagai gardu listrik 6 KV (kilo volt). Gardu Listrik di zaman penjajahan Belanda ini berfungsi sebagai pelindung transformator (alat penurun tegangan listrik/ dalam bahasa Belanda disebut Transformator Huisje alias Rumah Trafo) dari panas dan hujan. Manfaat trafo ketika itu, adalah suatu alat listrik yang dapat mengubah taraf suatu tegangan bolak-balik menjadi searah yang stabil yang kemudian bisa digunakan di rumah-rumah.
Untuk melindungi komponen di dalamnya, dibuatlah bangunan berdinding tebal dengan pintu tunggal dan terbuat dari besi baja. Karena bertegangan tinggi, waktu itu setiap orang dilarang keras mendekatinya, apalagi menyentuhnya. Hanya petugas perusahaan listrik yang boleh mendekat.
Kalau era sekarang, hanya PLN lah u0026 instansi terkait yang tau apakah gardu ini masih berfungsi ataukah tidak. Terima kasih.
4 Henry asmoro - 4 years ago
(Translated by Google) Dutch electricity substation
(Original)
Gardu listrik jaman belanda
5 Ian Firstian Aldhi - 4 years ago
(Translated by Google) Old Age Electric Power Station
(Original)
Gardu Listrik Jaman Old
5 Arianto Aji - 4 years ago
(Translated by Google) Very good
(Original)
Bagus sekali
5 NURLEILA RIZQI PUTRI - 4 years ago
(Translated by Google) Sharp bamboo museum
(Original)
Museum bambu runcing
JBI Kopdara Djancukan Surabaya
PPJV+RWQ, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya City, East Java 60271, Indonesia
Bambu Runcing
PPJV+VQJ, Jl. Panglima Sudirman, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271, Indonesia
Taman Surabaya
Jl. Taman AIS Nasution, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271, Indonesia
Hokky
Jl. Panglima Sudirman No.32, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271, Indonesia
Hotel Aria Centra Surabaya
Jl. Taman AIS Nasution No.37, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271, Indonesia
PAMELAN CAFE
Jl. Panglima Sudirman No.41, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271, Indonesia
Anggrek Restaurant
Jl. Panglima Sudirman No.43-45, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271, Indonesia
Hotel Tanjung Surabaya
Jl. Panglima Sudirman No.43-45, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271, Indonesia
RedDoorz @ Panglima Sudirman
Jl. Embong Cerme No.1, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271, Indonesia
RedDoorz Ramayana Indah Hotel
Jl. Embong Cerme No.1, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Kota SBY, Jawa Timur 60271, Indonesia