Palagan Mlati Monuments

7956+MXV, Mlati Beningan, Sendangadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55285, Indonesia
Historical landmark
User Reviews

5 Percetakan BaritoPrint - 3 years ago

Ok

5 Eri Muftiani - 4 years ago

Ok

4 Ahmad Fauzi Ridwan - 4 years ago

Nice

4 si jelo michaelangelo - 3 years ago

(Translated by Google) The place is beside the main road of Yogyakarta, Magelang, unfortunately there is no parking space. For historical tours for children, it is very suitable, because the courtyard is quite spacious with trees. Maybe there is a need for information about Dr Wahidin who is buried here so that those who fit in history lessons at school when they fall asleep while visiting here will be refreshed

(Original)
Tempat dipinggir jalan utama yogya magelang, sayang tidak ada tempat parkir. Untuk wisata sejarah bagi anak2 sangat cocok, karena di pelataran cukup luas dengan pohon pohon. Mungkin perlu adanya informasi tentang dr wahidin yang dimakamkan di sini supaya yang pas pelajaran sejarah disekolah pas ngantuk sewaktu berkunjung ke sini akan ter refresh kembali

5 anton legowo - 3 years ago

(Translated by Google) On Saturday Legi in February 1949 Dutch posts in the areas of Jombor, Mlati, Cebongan to Jumeneng were destroyed by the fighters of the Republic of Indonesia. Because the Dutch were annoyed by the actions of these fighters, they intended to clean up the Mlati Hamlet, Tegal Mraen area to the Kronggahan area. However, Indonesian fighters who were assisted by Mlati youths who were already militant because they were trained by a Military Academy cadet from Kota Baru named Kadet Minggo, tried to put up a fight by means of a sudden ambush. Because they lost their weapons, as many as 14 fighters died and even suspected residents were shot and some were bayoneted. For example, Mr. Sastro Sardjono was bayoneted in the stomach but still alive. Meanwhile, Mr. Bagong died. The Dutch's anger was also triggered by the existence of bridges in the Kronggahan area and its surroundings which were destroyed by Indonesian fighters. For this reason, the bridges were always closely guarded by Dutch soldiers. To reduce the pressure from the guerrillas, the Mlati, Kronggahan, Cebongan to Jumeneng areas were destroyed. One of the victims who died was Sergeant Yusuf from Battalion 151.
The names of the fallen victims:
In Cebongan, Sergeant Yusuf falls.
In the Mlati area the 14 troops are:
1. Wignyo Warsito
2. Joyo Iyun
3. Setridirjo
4. Wongsoarjo
5. Karsodimejo
6. Bagong
7. Somoirono
8. Mangunkaryo
9. Manguntaruno
10. Barimah
11. Wongsodirjo
12. Kartowiguno
13. Kartodikromo
14. Tubing.
Address : Mlati Jati, Sendangadi, Mlati, Sleman

(Original)
Pada hari Sabtu Legi Bulan Februari 1949 Pos-pos Belanda di daerah Jombor, Mlati, Cebongan sampai Jumeneng dihancurkan oleh Pejuang Republik Indonesia. Karena Belanda merasa kesal oleh ulah pejuang tersebut maka bermaksud membersihkan kawasan Mlati Dukuh, Tegal Mraen sampai wilayah Kronggahan. Namun pejuang RI yang dibantu oleh pemuda-pemuda Mlati yang sudah militan karena dilatih oleh kadet Militer Akademi dari Kota Baru yang bernama Kadet Minggo berusaha mengadakan perlawanan dengan cara penyergapan secara tiba-tiba. Karena kalah senjata maka sebanyak 14 pejuang gugur bahkan penduduk ynag dicurigai langsung ditembak dan ada yang dibayonet. Misalnya Bpk Sastro Sardjono dibayonet perutnya namun masih hidup. Sedangkan Sdr Bagong gugur. Kemarahan Belanda juga dipicu adanya jembatan-jembatan di kawasan Kronggahan dan sekitarnya yang dihancurkan pejuang RI. Untuk itu jembatan-jembatan selalu dijaga ketat oleh serdadu Belanda. Untuk mengurangi tekanan dari gerilyawan maka daerah Mlati, Kronggahan, Cebongan sampai Jumeneng dihancurkan. Salah satu korban yang gugur adalah Sersan Yusuf dari Batalyon 151.
Nama-nama korban yang gugur:
Di Cebongan Gugur Sersan Yusuf.
Di daerah Mlati 14 pasukan yaitu:
1. Wignyo Warsito
2. Joyo Iyun
3. Setridirjo
4. Wongsoarjo
5. Karsodimejo
6. Bagong
7. Somoirono
8. Mangunkaryo
9. Manguntaruno
10. Barimah
11. Wongsodirjo
12. Kartowiguno
13. Kartodikromo
14. Tubin.
Alamat : Mlati Jati, Sendangadi, Mlati, Sleman

4 Fajar Subekti - 4 years ago

(Translated by Google) Historic, if it's cool at night to hang out

(Original)
Bersejarah, kalau malem adem buat nongkrong

5 Al- Rizdhie - 2 years ago

(Translated by Google) If you need to advertise something else, just come here, it's not complicated, and of course you can advertise in newspapers, radio, etc.

(Original)
Kalau butuh untuk mengiklan kan sesuatu lgsg cus kesini ajaa, ga ribet dan pastinya bisa iklan di koran, radio, danlain lain

Map Location
Nearby Places

Wedang Ronde
Magelang St No.204, Mlati Glondong, Sendangadi, Mlati, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55285, Indonesia

Warung Makan Kane
JL. Magelang Jombor Lor, No. 148, Mlati, Mlati Beningan, Sendangadi, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 5

Umah Kopi Gayo
Pondok Permai Mlati B5, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55284, Indonesia

LINGKERS
Jongke Tengah, Sendangadi, Mlati, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, Indonesia

Kissa House Yogyakarta
Jalan Sumber Waras Rt 2 rw 31 Panggung Sari, Panggung Sari, Sariharjo, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Pitutur Kopi
Jl. Waras, Panggung Sari, Sariharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581, Indonesia

Nindia Clinic Pusat
Karang, Jl. Kebon Agung No.277, Karang Geneng, Sendangadi, Kec. Geneng, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55285, Indo

Rempah Asia
Magelang St No.Km. 6, RW.3, Mlati Dukuh, Sinduadi, Mlati, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55284, Indonesia

Oemah Mbah Noto Jogja
Jl. Jombor Lor, Jombor Lor, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55284, Indonesia

Bale Ayu Jombor
Jl Magelang KM 6,3 Jombor, Yogyakarya, Sumberadi, Mlati, Mlati Dukuh, Sendangadi, Mlati, Sleman Regency, Special Region of Yogya