3
Irma Nuur Agustin -
3 years ago
(Translated by Google) I ate here randomly, coincidentally in early 2019 when a backpacker came to Semarang through this road and was hungry, then decided to stop by because I was interested in the very clear rice gandul writing on the banner. The shop is clean with elongated benches and is quite spacious. When I was about to order there was a family who just made the payment, but after that it was just me and my friends, there were no other visitors (quiet). At first we were a little confused about ordering food because on the display it looked like a ramesan display and I saw gudeg there, so we asked the seller about the rice gandul menu, only then were asked if we wanted beef gandul rice or mixed (meat + offal) . My friend and I ordered both so we could taste each other plus iced tea. On the dining table there is fried tempeh, but it's a shame it's not the typical fried tempeh of dry gandul rice, just ordinary fried tempeh and tempe mendoan. The taste is really good, the sauce is sweet like the gandul rice I've eaten in Pati and there's a lot of meat. I was a bit worried about how much meat that would cost, and sure enough, one plate of meat/mixed rice was priced at 22k. My total with fried tempeh and iced tea is 26k. I don't know what the usual price is because there is no price list, but if I remember correctly, when I bought gandul rice in Jogja it cost around 15k. But I'm trying to understand it with a good taste and more meat because beef is expensive, he he. I think this shop is worth a try, it's just that maybe a price list can be given so that people who want to eat are not anxious and can eat deliciously, especially for tourists like me at that time. :)
(Original)
Saya makan di sini secara random, kebetulan awal 2019 pas backpacker ke Semarang lewat jalan ini dan lapar, lalu memutuskan untuk mampir karena tertarik dengan tulisan nasi gandul yang sangat jelas di spanduknya. Warungnya bersih dengan bangku2 memanjang dan cukup luas. Saat saya akan memesan ada satu keluarga yang barusan melakukan pembayaran, namun setelah itu hanya saya saja dan teman, tidak ada pengunjung lain (sepi). Awalnya kami agak bingung memesan makanan sebab di display nya seperti display ramesan dan saya melihat gudeg di situ, maka dari itu kami pun bertanya tentang menu nasi gandul pada ibu penjual, baru setelah itu ditanya mau nasi gandul daging saja atau campur (daging+jerohan). Saya dan teman memesan ke dua nya agar bisa saling icip plus es teh. Di meja makan ada tempe goreng, namun sayang sekali bukan tempe goreng khas nasi gandul yang kering, hanya tempe goreng biasa dan tempe mendoan. Secara rasa memang enak, manis kuahnya seperti nasi gandul yang pernah saya makan di Pati dan dagingnya banyak. Saya agak was2 dengan daging sebanyak itu harganya berapa ya, dan benar saja, satu piring nasi gandul daging/ campur tersebut dihargai 22k. Total saya dengan tempe goreng dan es teh menjadi 26k. Saya tidak tahu harga biasanya berapa karena tidak ada daftar harga, namun kalau tidak salah ingat, waktu saya beli nasi gandul di Jogja harganya sekitar 15k. Tapi ya berusaha memaklumi dengan rasa yang enak dan daging yang lebih banyak karena daging sapi kan mahal he he. Secara rasa warung ini layak dicicipi, hanya saja mungkin bisa diberikan daftar harga agar orang yang mau makan tidak was2 dan bisa makan dengan nikmat terutama untuk wisatawan seperti saya waktu itu. :)