4 Clara Pristiwari - 3 years ago
Long time ago, the crown prince live here. At this moment, this place is being use as a university.
4 Clara Pristiwari - 3 years ago
Long time ago, the crown prince live here. At this moment, this place is being use as a university.
2 eka supariyanti - 3 years ago
It's located in a university and nothing was there when i arrived. There will be a show the night
4 Wing Wahyu Winarno - 5 years ago
If you want to know how local people in Yogyakarta live, visit this village.
5 JazziePro Official - 3 years ago
It's my office
3 Yuni Triastuti - 5 years ago
Friendly
4 Rudi Winarso - 4 years ago
(Translated by Google) Built in 1865 by Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Dalem Mangkubumen was established as the residence of the crown prince or Prince Adipati Anom. After the crown prince ascended the throne, this palace was occupied by his younger brother, GPH Mangkubumi, so that later he was better known as Dalem Mangkubumen. After GPH Mangkubumi died, his younger brother, GPH Buminoto, took his place in Dalem Mangkubumen until 1928. The residence was also used as a temporary residence by General Sudirman during the Second Military Aggression of the Netherlands. From 1983 until now Dalem Mangkubumen has been used as the campus of Widya Mataram University and Mataram High School.
Ndalem Mangkubumen, which is now the campus of Widya Mataram University Yogyakarta (UWMY), was originally the home of Prince Adipati Anom Hamengkunegoro, the Crown Prince of Sri Sultan HB VI. As the home of the Duke, this place used to be called the Ndalem Kadipaten, but after Prince Adipati was crowned Sri Sultan HB VII, then his younger brother, Pangeran Mangkubumi, was assigned to the Kadipaten palace as the originator of the idea for the establishment and at the same time as the architect (interview with RM. Tirun Murwito, official Kraton Yogyakarta, 2006), so that until now it is better known as Dalem Mangkubumen.
Dalem Mangkubumen is a complex consisting of several buildings and surrounded by a parapet. Based on the inscriptions found in several buildings of the Mangkubumen palace complex, it can be seen the establishment of this palace. The oldest building is the Sriwedari building which was built in 1874, while the Prabayeksa Ward was built from February 3, 1876 and completed in 1877, during the reign of Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877).
Although this Dalem Mangkubumen was originally intended to be the residence of the Crown Prince, who will become the King of the Yogyakarta Palace, in reality only the future Crown Prince of Sri Sultan Hamengku Buwono VII has lived in this ndalem for 5-7 years. Furthermore, since it did not function as the residence of the Crown Prince, this dalem until now has changed its function. According to S.Ilmi Albiladiyah, in Dalem Mangkubumen Kodya Yogyakarta and the Tomb Complex of Girigondo Temon Kulonprogo, Center for the Study of History and Traditional Values u200bu200bof Yogyakarta, 1985/1986, the functions that have occurred in Dalem Mangkubumen are:
1. As the residence of Prince Adipati Anom or Prince Pati
2. As the residence of Prince Mangkubumi, son of Sri Sultan Hamengku Buwono VI and younger brother of Prince Adipati Anom, until 1918.
3. As the residence of Prince Buminoto, son of Sri Sultan Hamengku Buwono VI and younger brother of Prince Mangkubumi, until 1928.
4. Didn't work until 1942
5. As a place of refuge for General Sudirman, although only for a day in 1948, then General Sudirman's family lived in this ndalem until the war ended in 1949
6. Not functioning until 1952 and fully managed by Kawedanan Hageng Punakawan Wahana Sarta Kriya (the office of Yogyakarta palace buildings)
7. As the campus of Gadjah Mada University Yogyakarta until 1982
8. It did not function until 1983 and was managed again by Kawedanan Hageng Punakawan Wahana Sarta Kriya
9. As a place of education for the Mataram Foundation to date.
Currently, several buildings within the Dalem Mangkubumen complex are being used by the Mataram Foundation to provide education for Yogyakarta Widya Mataram University and Mataram High School, several buildings as residences for family relatives of the palace, one building for Kindergarten Schools and several buildings for magersari.
(Original)
Dibangun pada tahun 1865 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Dalem Mangkubumen didirikan sebagai tempat tinggal putra mahkota atau Pangeran Adipati Anom. Setelah putra mahkota naik tahta dalem ini ditempati oleh adik kandungnya GPH Mangkubumi sehingga kemudian lebih dikenal dengan nama Dalem Mangkubumen. Setelah GPH Mangkubumi wafat, adiknya yaitu GPH Buminoto menggantikannya menempati Dalem Mangkubumen sampai tahun 1928. Kediaman tersebut juga pernah dijadikan tempat tinggal sementara oleh Jenderal Sudirman pada Agresi Militer II Belanda. Mulai tahun 1983 sampai sekarang Dalem Mangkubumen digunakan sebagai kampus Universitas Widya Mataram dan SMA Mataram.
Ndalem Mangkubumen yang kini dijadikan sebagai Kampus Universitas Widya Mataram Yogyakarta (UWMY) pada awalnya adalah rumah Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro, yaitu Putra Mahkota Sri Sultan HB VI. Sebagai rumah Adipati, tempat ini dahulu disebut Ndalem Kadipaten, namun setelah Pangeran Adipati dinobatkan menjadi Sri Sultan HB VII, selanjutnya dalem Kadipaten ditempai adik beliau yang bernama Pangeran Mangkubumi, sebagai pencetus ide pendirian dan sekaligus sebagai arsiteknya (wawancara dengan RM. Tirun Murwito, pejabat Kraton Yogyakarta, 2006), sehingga sampai saat ini lebih dikenal sebagai Dalem Mangkubumen.
Dalem Mangkubumen merupakan suatu komplek yang terdiri dari beberapa bangunan dan dikelilingi oleh tembok pembatas. Berdasarkan prasasti yang terdapat di beberapa bangunan komplek dalem Mangkubumen, dapat diketahui berdirinya dalem ini. Bangunan yang tertua yaitu bangunan Sriwedari yang dibangun tahun 1874, sedangkan Bangsal Prabayeksa dibangun mulai tanggal 3 Pebruari 1876 dan selesai 1877, yaitu pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI (1855-1877).
Meskipun Dalem Mangkubumen ini pada mulanya diperuntukkan bagi tempat tinggal Putra Mahkota, yang akan menjadi Raja Keraton Yogyakarta, namun kenyataannya hanya Putra Mahkota calon Sri Sultan Hamengku Buwono VII saja yang pernah mendiami ndalem ini selama 5-7 tahun. Selanjutnya sejak tidak berfungsi sebagai tempat tinggal Putra Mahkota, dalem ini hingga kini telah berganti-ganti fungsinya. Menurut S.Ilmi Albiladiyah, dalam Dalem Mangkubumen Kodya Yogyakarta dan Kompleks Makam Girigondo Temon Kulonprogo, Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta, 1985/1986, fungsi-fungsi yang pernah terjadi pada Dalem Mangkubumen adalah :
1. Sebagai tempat tinggal Pangeran Adipati Anom atau Pangeran Pati
2. Sebagai tempat tinggal Pangeran Mangkubumi, putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono VI dan adik dari Pangeran Adipati Anom, hingga tahun 1918.
3. Sebagai tempat tinggal Pangeran Buminoto, putra dari Sri Sultan Hamengku Buwono VI dan adik dari pangeran Mangkubumi, hingga tahun 1928.
4. Tidak berfungsi hingga tahun 1942
5. Sebagai tempat pengungsian Jenderal Soedirman walau hanya sehari di tahun 1948, tetapi selanjutnya keluarga Jenderal Soedirman tinggal di ndalem ini hingga perang berakhir pada tahun 1949
6. Tidak berfungsi hingga tahun 1952 dan dikelola sepenuhnya oleh Kawedanan Hageng Punakawan Wahana Sarta Kriya (kantor gedung-gedung kraton Yogyakarta)
7. Sebagai kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sampai tahun 1982
8. Tidak berfungsi hingga tahun 1983 dan dikelola lagi oleh Kawedanan Hageng Punakawan Wahana Sarta Kriya
9. Sebagai tempat pendidikan Yayasan Mataram hingga saat ini.
Saat ini, beberapa bangunan di dalam komplek Dalem Mangkubumen digunakan Yayasan Mataram untuk menyelenggarakan pendidikan bagi Universitas Widya Mataram Yogyakarta dan SMU Mataram, beberapa bangunan sebagai tempat tinggal keluarga kerabat keraton, satu bangunan untuk Sekolah Taman Kanak-kanak dan beberapa bangunan untuk magersari.
4 Nindya Ningrum - 4 years ago
(Translated by Google) Much has been fixed. Add better????
(Original)
Sudah banyak yang dibenahi. Tambah bagus????
Hotel Pelangi
Jl. KH Wahid Hasyim No.99, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262, Indonesia
Ndalem Kaneman
Jl. Kadipaten Kidul No.44, Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55132, Indonesia
Kafe Bajigur Pelangi
Notoprajan Ng 2/760, RT.43/RW.07, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262, Indonesia
Kopi Mlaku
59W5+7FQ, Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta 55132, Indonesia
Lotek & Gado Gado Bu Katri
Jl. Kadipaten Kidul No.378, Kadipaten, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55132, Indonesia
Gado Gado Dan Rujak Cingur Suryo Puri
59R5+C2X, Kadipaten, Kraton, Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta 55132, Indonesia
Hotel Mawar Asri
Jl. H. Agus Salim No.40, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262, Indonesia
Soto Pak Marto
Jl. Letjen S.Parman No.44, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55142, Indonesia
Andreago Training Camp
Jl. KH Wahid Hasyim No.7, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55262, Indonesia
Pizza Milenial
Jl. Kresno No.7, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55252, Indonesia