5 Khukuh A. Yuda - 3 months ago
(Translated by Google) Stop at Simpang Lima Semarang and want to eat well, and are ready to pay a lot. :)
Of the many stalls in this area, our eyes are immediately drawn to this shop window displaying various offal and other side dishes. The view is so tempting. Finally my friend and I agreed to choose this warung dish for our dinner.
I ordered gudeg rice with koyor and iso (beef intestine) as side dishes, while my friend was more interested in trying liwet rice with koyor side dishes. When it arrived, the portion was enough for me. The koyor and iso are cut into small pieces for easy chewing. I thought it would take a lot of effort to chew these 2 side dishes, but since that's my choice and my teeth are still capable of chewing, I don't think it's a problem if the side dishes fight back.
It tastes good to me. But it's even better if the koyor and iso are processed to make it more tender. It's a bit sad for the connoisseurs of this dish who are a bit old, it takes a lot of struggle to chew it. Well, for the price, you can't say it's cheap. I need to spend more than 50 thousand rupiah for the menu I ordered, plus take 4 packs of crackers and mineral water.
I don't regret ever eating Nasi Gudeg Mbak Klana, or Mbak Arin-ni on the back banner. This is a stall with dishes that are recommended for culinary connoisseurs with my taste, and it's not for everyone. Maybe if Mbak Klana wants to listen to reviews from customers here, she can improve the quality of the dishes and adjust the prices again, I think that would be better.
Hopefully Warung Gudeg Liwet Mbak Klana will be more crowded and in demand in the Simpang Lima culinary area. That's great!
(Original)
Mampir ke Simpang Lima Semarang dan pengen makan enak, dan sudah siap bayar mahal. :)
Dari sekian banyak warung yang ada di area ini, mata kita langsung tertarik pada etalase warung ini yang memajang berbagai jerohan dan lauk lainnya. Pemandangannya begitu menggoda. Akhirnya saya dan teman saya sepakat untuk memilih hidangan warung ini untuk santap malam kami.
Saya order nasi gudeg dengan lauk koyor dan iso (ini usus sapi), sedangkan teman saya lebih tertarik untuk cobain nasi liwet dengan lauk koyor. Pas datang, porsinya buat saya sih cukup. Koyor dan isonya dipotong kecil-kecil supaya ngunyahnya gampang. Udah mengira sih kalo bakal butuh usaha untuk mengunyah 2 lauk ini, tapi karena itu pilihan saya dan gigi ini masih mampu mengunyah, jadi saya pikir ga masalah lah jika nanti lauknya memberikan perlawanan.
Secara rasa sih buat saya enak. Tapi memang lebih enak lagi jika koyor dan isonya diolah agar menjadi lebih empuk. Agak kasian aja buat penikmat hidangan ini yang usianya agak lanjut, butuh perjuangan sih buat ngunyahnya. Nah, untuk harga memang ga bisa dibilang murah. Saya perlu menghabiskan lebih dari 50 rb rupiah untuk menu yang saya pesan, plus ambil 4 bungkus kerupuk dan air mineral.
Saya tidak menyesal pernah makan Nasi Gudeg Mbak Klana, atau kalau di banner belakang sih Mbak Arin-ni. Ini warung dengan hidangan yang recommended untuk penikmat kuliner dengan selera saya, dan itu memang tidak untuk semua orang. Mungkin kalau Mbak Klana mau mendengarkan review dari pelanggan di sini bisa meningkatkan kembali kualitas hidangan dan menyesuaikan harganya kembali, sepertinya itu akan lebih baik.
Semoga Warung Gudeg Liwet Mbak Klana semakin rame dan diminati di area kuliner Simpang Lima. Mantab dah!