4 Sarkub Channel - a year ago
(Translated by Google) KARANGWARU TEMPLE SITE
This ancient site is located in Dusun Karangwaru RT. 03 RW. 10, Candirenggo Village, Singosari District, Malang Regency. To be precise on the north or right side of the road from the direction of Candirenggo, about 70 meters from the edge of the village road.
The location is on the land owned by Bpk. Saniman is currently being planted with sengon trees. The existence of the object is on the edge of the land which is indicated by the presence of two large laurel trees. The objects of Yoni, Kala, and the Nandi Arca stand on a pile of brick fragments, all of which are made of andesite.
Yoni is a cube, 52 cm long, 51 cm wide, and 55 cm high. Yoni has a spout with dimensions of 18 cm long, 16 cm wide, and 19 cm thick. As for the center, there is a square hole measuring 20 cm x 20 cm. The inside of the hole is covered by soil. According to the community, Yoni used to be equipped with a Lingga, but now it is missing.
The Kala object is flat, 97 cm long, 75 cm wide, and 24 cm thick. The nose when it has been damaged. It seems that Kala was not equipped with a lower jaw. As for the Nandi statue, its condition has been damaged in the part of the head which has been severed.
The Nandi statue has a length of 47 cm, a width of 39 cm, and a height of 45 cm.
Nandi is a vehicle (vehicle) of Lord Shiva. This makes the place where its existence is identical to the Shivaist sect, even though the Shiva statue itself is not or has not been found.
Based on observations, these three objects meet the criteria as cultural heritage. It seems that these three objects are not in their original location (insitu) which means they have been moved. From the aspect of preservation, it is necessary to take security measures so that this object is not threatened with damage or even loss.
(Original)
SITUS CANDI KARANGWARU
Situs purbakala ini berlokasi di Dusun Karangwaru RT. 03 RW. 10, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Tepatnya di sebelah utara atau kanan jalan dari arah Candirenggo, kira-kira 70 meteran dari tepi jalan desa.
Lokasi berada di lahan milik Bpk. Saniman yang saat ini ditanami pohon-pohon sengon. Keberadaan objek berada di pinggir lahan yang ditandai dengan keberadaan dua pohon salam yang cukup besar. Objek Yoni, Kala, dan Arca Nandi berdiri di tumpukkan fragmen bata, yang ketiganya terbuat dari bahan batu andesit.
Yoni berbentuk kubus dengan ukuran panjang 52 cm, lebar 51 cm, dan tinggi 55 cm. Yoni memiliki cerat dengan dimensi panjang 18 cm, lebar 16 cm, dan tebal 19 cm. Adapun pada bagian tengah terdapat lubang berbentuk persegi dengan ukuran 20 cm x 20 cm. Bagian dalam lubang tertutup oleh tanah. Menurut keterangan masyarakat, dahulu Yoni ini dilengkapi dengan Lingga, namun saat ini telah hilang.
Objek Kala berbentuk pipih dengan ukuran panjang 97 cm, lebar 75 cm, dan tebal 24 cm. Bagian hidung kala telah mengalami kerusakan. Tampaknya Kala tidak dilengkapi dengan rahang bawah. Adapun Arca Nandi kondisinya telah rusak pada bagian kepala yang telah terpenggal.
Arca nandi memiliki ukuran panjang 47 cm, lebar 39 cm, dan tinggi 45 cm.
Nandi merupakan wahana (kendaraan) dari Dewa Siwa. Hal ini menjadikan tempat dimana keberadaannya ada identik dengan aliran Siwaistis, walaupun Arca Siwa itu sendiri tidak atau belum ditemukan.
Berdasarkan pengamatan, ketiga objek ini memenuhi kriteria sebagai cagar budaya. Tampaknya ketiga obyek ini bukan berada di lokasi aslinya (insitu) yang berarti telah dipindahkan. Dari aspek pelestarian, perlu dilakukan langkah-langkah pengamanan agar objek ini tidak terancam rusak atau bahkan hilang.