Kerkof Muntilan

C79V+XCW, Jl. Kerkof, Area Sawah/Kebun, Sedayu, Kec. Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56411, Indonesia
Museum
User Reviews

5 Maria Ardianti Kurnia Sari - a year ago

Muntilan, Jawa Tengah is also known as Bethlehem van Java. Muntilan had a long journey of the spiritual people since the Dutch colonization. Some Fathers or Priests built the district to develop education in the land of Java and the one of the Priests who also concern about education was Father F. Van Lith, SJ.

In this cemetery, you can find Father Van Lith's burial and other Priests who once spread their works to the local people. It was great place to pray and reflect. It was nice to come back here and pray.

5 Beni Sutanto - 3 years ago

even its very beautiful place for non-chatolic person

5 Koxis Verserken - a year ago

Quite and serene place. Very latreutic.

5 Eventsclick - a year ago

(Translated by Google) Kerkhof comes from the Dutch word for grave. Kerkhof can mean church garden (kerk-hof) which is interpreted as a burial complex. Kerkhov also means a place of rest in eternal peace (RIP "rest in peace") in terms of European human culture.

Kerkhov is located in a large missionary area (Catholic). Local people used to call it the Van Lith Complex. Van Lith himself was a pioneer missionary in Muntilan and spread to Java through education. In this area not only churches and pastors were built. But there are also schools from various levels of education, funerals, to museums.

Originally kerkhov was a special grave for Muntilan Jesuit Catholic Priests, Priests or Jesuit Catholic Priests (SJ). For some reason, some non-Jesuit clergy are also buried there. One of them is Father Richardus Kardis Sandjaja Pr or also known as Romo Sanjaya.

Romo Sanjaya was born on May 20, 1914. He is a pastor (pastor of the people) who is also a seminary lecturer. He was ordained a priest and took the vows of the priesthood on January 13, 1943. He is also known as the pastor of the Semarang Archdiocese.

Father Sandjaja was killed on 20 December 1948 in Kembaran hamlet near Muntilan, during the attack of Dutch troops on Semarang which continued on to Yogyakarta during the Second Dutch Military Aggression.
Although his service as a pastor was short, namely five years and finally he died, his example of holy life has inspired many Magelang Catholics and the people of Central Java around him.
Kerkhov in Muntilan is still one of the spiritual destinations and places of pilgrimage for Catholics, usually visitors will go on a pilgrimage in May and October every year.

(Original)
Kerkhof berasal dari bahasa Belanda berarti kuburan. Kerkhof bisa berarti taman gereja (kerk-hof) yang dimaknai sebagai kompleks pemakaman. Kerkhov juga memiliki arti sebagai tempat istirahat dalam damai kekal (RIP “rest in peace”) dalam istilah kebudayaan manusia Eropa.

Kerkhov terletak di kawasan besar misionaris (Katolik). Orang Setempat biasa menyebutnya dengan Komplek Van Lith. Van Lith sendiri adalah perintis misionaris di Muntilan hingga tersebar di Jawa melalui pendidikan. Di kawasan ini tidak hanya gereja dan pasturan saja yang dibangun. Tetapi juga ada sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, pemakaman, hingga museum.

Semulanya kerkhov merupakan makam khusus bagi para Romo, Imam, atau Pastor Katolik Jesuit Jesuit (SJ) Muntilan. Karena alasan tertentu, beberapa rohaniwan di luar Jesuit juga dimakamkan di sana. Salah satunya adalah Romo Richardus Kardis Sandjaja Pr atau juga dikenal dengan Romo Sanjaya.

Romo Sanjaya lahir pada 20 Mei 1914. Beliau adalah seorang pastor (gembala umat) yang juga adalah seorang dosen seminari tinggi. Ditahbiskan menjadi pastor dan mengucap kaul/janji imamat pada 13 Januari 1943. Dikenal juga sebagai pastur praja Keuskupan Agung Semarang.

Romo Sandjaja terbunuh tanggal 20 Desember 1948 di dusun Kembaran dekat Muntilan, ketika penyerangan pasukan Belanda ke Semarang yang berlanjut ke Yogyakarta dalam Agresi Militer Belanda II.
Walaupun pengabdiannya sebagai pastor tergolong singkat yakni lima tahun dan akhirnya wafat, namun teladan hidup sucinya banyak menginspirasi umat Katolik Magelang dan masyarakat Jawa Tengah di sekitarnya.
Kerkhov di Muntilan sampai saat ini masih menjadi salah satu destinasi rohani dan tempat ziarah umat Katolik, biasanya para pengunjung akan berziarah pada bulan Mei dan Oktober di setiap tahunnya.

5 Tony S. - 2 years ago

(Translated by Google) the tomb of the priest - this priest is located opposite the Van Lith High School, quiet atmosphere. Inside the tomb complex there is a chapel-like building and inside it there is an altar table. On the right and left side walls are marble slabs bearing the words of the deceased priest. One of them is Father Richardus Kardis Sandjaja pr.

(Original)
makam romo - romo ini terletak di seberang SMU Van Lith, suasananya hening. Didalam kompleks makam ada sebuah gedung mirip chapel dan didalamnya terdapat meja altar. Di sisi dinding kanan dan kiri melekat lempengan marmer bertuliskan romo yang wafat. Salah satunya romo Richardus Kardis Sandjaja pr.

5 Hubertus Gilang OJI - 3 years ago

(Translated by Google) This place is a burial place for bishops, priests, brothers, etc. There are 3 bishops buried here, namely Cardinal Yustinus Darmoyuwono, Mgr Wilkens, and Mgr Djajaseputera. And there are 2 SJ Missionary Graves, Father Van Lith and Father Hovernaars.

Do not forget that there is a tomb that is always visited, namely the Tomb of Father Sanjaya who had become a Martyr during the War of Independence first.

(Original)
Tempat ini merupakan Tempat Pemakaman Para Uskup, Pastur, Bruder dsb. Ada 3 Uskup dimakamkan disini yakni Kardinal Yustinus Darmoyuwono, Mgr Wilkens, dan Mgr Djajaseputera. Dan ada Makam 2 Misionaris SJ yakni Romo Van Lith dan Romo Hovernaars.

Tidak Lupa terdapat Makam yang sekiranya selalu dikunjungi yakni Makam Romo Sanjaya yang telah menjadi Martir ketika Perang Kemerdekaan dulu.

4 Dwiyanti Kusuma - 2 years ago

(Translated by Google) The funeral of Father Sanjaya, Father Van Lith, and Cardinal as well as several priests who have worked in Central Java in general

(Original)
Pemakaman romo Sanjaya, romo Van Lith, dan romo Cardinal serta beberapa romo yang pernah berkarya di Jawa Tengah pada umumnya

Map Location
Nearby Places

Warung Bu Leo
C79V+XMF, Ngaglik, Muntilan, Magelang Regency, Central Java 56411, Indonesia

Museum Misi Muntilan
Jl. Kartini No.3, Balemulyo, Muntilan, Kec. Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56411, Indonesia

ANGKRINGAN BABE MUNTILAN
Jl. Kartini Kauman No.8, Kauman, Muntilan, Kec. Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56411, Indonesia

Warung Bubur Malam Muntilan
Kauman No.43, Kauman, Muntilan, Kec. Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56411, Indonesia

Warung Makan Bu Anis
C79Q+3RF, Kauman, Muntilan, Magelang Regency, Central Java 56411, Indonesia

Mie Surya Muntilan
C78R+M2F, Jl. Kartini, Kauman, Muntilan, Kec. Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56411, Indonesia

Pawon Ireng Resto
C7CX+V7, Kadirojo, Muntilan, Magelang Regency, Central Java, Indonesia

Special Sambal Muntilan Restaurant
Jl. Bima Kauman, Sayangan, Muntilan, Kec. Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56411, Indonesia

Rumah Makan Cinta Rasa Muntilan
Jalan Yasmudi Jl. Tambakan No.27, Tambakan, Sedayu, Kec. Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56412, Indonesia

Sate Tongseng Jambu Muntilan (Kuliner Magelang - Jogja)
Jl. Sampurna No.6, Balerejo, Muntilan, Kec. Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56411, Indonesia