Museum Pusat Informasi Kebudayaan Sultra

2GCF+VXM, Korumba, Mandonga, Kendari City, South East Sulawesi 93231, Indonesia
Museum
User Reviews

5 Muhamad Taslim Dalma - 2 years ago

(Translated by Google) For those of you who have a closer look at the five-century-old Al-Qur'an, you can come to the Southeast Sulawesi Cultural Information Center (Sultra) Museum. In addition, there is also the Qur'an written in the 17th century whose shape is bigger than the first Qur'an.

The three-century-old Al-Qur'an is a relic from La Gunu who died around 1982. La Gunu does not leave offspring, but the Qur'an remains in the care of family lines. After La Gunu then Wa Uji, and now stored Fariki La.

In the Southeast Sulawesi Cultural Information Center Museum there are also other antiques. This museum contains references to Islamic history in Southeast Sulawesi, culture, especially maritime culture and general references.

The museum was pioneered individually and is managed by a family. The materials were collected by La Fariki from the start as a civil servant in charge of composing the speech of the Governor of South Sulawesi La Ode Kaimoeddin. With this assignment, since 1998 La Fariki has accompanied many of the governor's work visits to several regions in Southeast Sulawesi. At that time he utilized it by collecting antiques, ancient manuscripts, and others.

Now in the museum, there is a place of ancient communal water, cooking tools from brass, jars from China, traditional game equipment "kadudi", and much more. Some items in the museum are equipped with an explanation sheet to make it easier for visitors to recognize. La Fariki's motivation is to pass on the cultural values u200bu200bof the next generation, not only to families but also the wider community.

# The Qur'an is 500 Years Old

One of the oldest Qur'an in Indonesia is stored in the museum. The Muslim holy book is stored in a special box on the 2nd floor of La Fariki's house, Korumba Village, Mandonga District. The second floor of his house is now made into a museum "Southeast Sulawesi Cultural Information Center".

The Qur'an was written around the 15th century. The contents are without verse numbers and the appearance is a bit tangled on the side but still neatly arranged. This book is still complete with a brown cover.

Initially the Qur'an was brought to Muna by Syarif Muhammad or Saidi Rabba who carried out Islamic da'wah. Saidi Rabba came with a handwritten Al-Qur'an for each bharata in Muna.

Lahontohe is one of the bharata given by the hand written Qur'an. This book is stored by La Fariki, he got it based on family lines. La fariki is believed to store and care for him.

The book which is evidence of the history of Islam in Muna, is recorded as the legacy of La Imamu with the title Yaro Kapoindalo. In his will La Imamu advised "who holds this Qur'an to care for my grave, because I have no descendants". After La Imamu, then given to Wa Ewi, then H. La Apo, until now La Fariki.

(Original)
Bagi Anda yang melihat lebih dekat Al-Qur’an berusia lima abad bisa datang berkunjung ke Museum Pusat Informasi Kebudayaan Sulawesi Tenggara (Sultra) ini. Selain itu, ada pula Al-Qur’an yang ditulis abad ke-17 yang bentuknya lebih besar dibanding Al-Qur’an yang pertama tadi.

Al-Qur’an berusia tiga abad lebih itu merupakan peninggalan dari La Gunu yang meninggal sekitar tahun 1982. La Gunu tidak meninggalkan keturunan, namun Al-Qur’an tetap dalam perawatan garis keluarga. Setelah La Gunu kemudian Wa Uji, dan kini disimpan La Fariki.

Dalam Museum Pusat Informasi Kebudayaan Sultra juga terdapat benda-benda antik lainnya. Museum ini berisi referensi sejarah Islam di Sultra, kebudayaan terutama kebudayaan maritim dan referensi umum.

Museum itu dirintis secara perorangan dan dikelola oleh keluarga. Bahan-bahannya dikumpulkan La Fariki sejak awal jadi PNS yang bertugas menyusun pidato Gubernur Sultra  La Ode Kaimoeddin. Dengan tugasnya itu, sejak 1998 La Fariki banyak menyertai kunjungan kerja sang gubernur ke beberapa daerah di Sultra. Waktu itu dimanfaatkannya dengan mengumpulkan barang-barang antik, naskah kuno, dan lainnya.

Kini di museum itu, ada tempat air munum zaman dulu,  alat memasak dari kuningan,  guci dari China, alat permainan tradisional “kadudi”, dan masih banyak lagi. Beberapa barang dalam museum itu dilengkapi dengan lembar penjelasan untuk memudahkan pengunjung mengenali.  Motivasi La Fariki adalah untuk mewariskan nilai-nilai budaya generasi berikutnya, tidak hanya bagi keluarga tapi juga masyarakat luas.

#Al-Qur'an Berusia 500 Tahun

Salah satu Al-Qur’an tertua di Indonesia tersimpan di museum tersebut. Kitab suci umat Islam itu tersimpan dalam sebuah kotak khusus di lantai 2 rumah La Fariki, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. Lantai 2 rumahnya itu kini dijadikannya museum “Pusat Informasi Kebudayaan Sultra”.

Al-Qur’an tersebut ditulis sekitar abad ke-15. Isinya tanpa nomor ayat dan tampilannya sudah agak kusut di bagian sampingnya tapi masih terususun rapi. Kitab ini masih lengkap dengan sampulnya yang kecokelatan.

Awalnya Al-Qur’an itu dibawa ke Muna oleh Syarif Muhammad atau Saidi Rabba yang melakukan dakwah Islam. Saidi Rabba datang dengan membawa Al-Qur’an tulis tangan untuk tiap bharata di Muna.

Lahontohe adalah salah satu bharata yang diberi Al-Qur’an tulis tangan ini. Kitab inilah yang disimpan La Fariki, didapatnya berdasarkan garis keluarga. La fariki dipercaya untuk menyimpan dan merawatnya.

Kitab yang menjadi bukti sejarah Islam di Muna itu, tercatat merupakan peninggalan La Imamu bergelar Yaro Kapoindalo. Dalam wasiatnya La Imamu berpesan “siapa  yang pegang Al-Qur’an ini agar merawat kuburku, karena saya tidak punya keturunan”. Setelah La Imamu, kemudian diberikan ke Wa Ewi, lalu H. La Apo, hingga kini La Fariki.

Map Location
Nearby Places

Hotel Winstar Kendari Sulawesi
2GFF+2P2, Jl. Brigjen M. Yoenoes, Anaiwoi, Kec. Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93117, Indonesia

Rich-O Donuts & Cafe Kendari
2GCF+WH7, Korumba, Mandonga, Kendari City, South East Sulawesi 93461, Indonesia

Warkop Wakatobi
2GFG+75W, Korumba, Mandonga, Kendari City, South East Sulawesi 93231, Indonesia

Rumah Makan Ibu Dina
2GFG+5FG, Jl. Buburanda, Korumba, Lepo-Lepo, Kec. Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93231, Indonesia

Bon Delicious Bakery Shop & Resto
Korumba, Mandonga, Kendari City, South East Sulawesi 93461, Indonesia

Dragon Inn Kendari
Jl. Edi Sabara No.8, Korumba, Kec. Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93461, Indonesia

Princess Beautiful Studio Kendari
Jl. Edi Sabara No.9, Korumba, Kec. Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93461, Indonesia

Manual Coffee Kendari
Depan RS. Aliyah 2, Jl. Buburanda, Korumba, Kec. Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93561, Indonesia

Warkop Bantimurung
2GCF+88M, Korumba, Mandonga, Kendari City, South East Sulawesi 93461, Indonesia

RM.BANTIMURUNG
2GCF+874, Korumba, Mandonga, Kendari City, South East Sulawesi 93461, Indonesia