4 Erick Hardi - 2 years ago
(Translated by Google) Good food, fresh drinks, just when it's crowded, the place feels stuffy and hot. Large servings, can eat 1 of them for women. Can add extra sauce without additional costs. The sauce tastes really delicious and unique. Knocked and wash basin where bones do not need to be confused when eating his konro. Konro meat is quite tender, but Coto meat is rather hard, maybe it can be made even more tender. Friendly and fast service. But in the shop can smoke so that cigarette smoke can make other visitors who eat there become less comfortable. The menu is large and can be directly displayed, but how much is the price of the food we eat. After eating, just pay later. Open until evening across the Ramayana.
(Original)
Masakan enak, minuman segar, cuma kalo pas lagi ramai, tempat terasa pengap dan panas. Porsi besar, bisa makan 1 berdua untuk wanita. Bisa tambah extra kuah tanpa biaya tambahan. Kuahnya berasa banget, sedap dan rasanya unik. Dikasih kobokan dan baskom tempat tulang sehingga tidak perlu bingung saat menyantap konro nya. Daging konro cukup empuk, tapi daging Coto agak keras, mungkin bisa dibuat lebih empuk lagi. Pelayanan ramah dan cepat. Tapi di dalam warung bisa merokok sehingga asap rokok bisa membuat pengunjung lain yang makan disana menjadi kurang nyaman. Menu dipampang besar besar dan bisa langsung tapi berapa harga makanan yang kita makan. Habis makan baru bayar belakangan. Buka sampai malam diseberang Ramayana.