5
Andries Ishak K -
3 years ago
(Translated by Google) Cheng Ho Museum which is located in the Chinese Garden TMII adjacent to the Haka Museum contains the history of Admiral Cheng Ho's journey from his native country to Nuaantara and became one of the pioneers of the entry of Chinese ethnic migration to this archipelago.
The museum has a statue of Admiral Ceng Ho on the front yard on the edge of the lake overlooking the lake and bridge that is still under construction.
On the front porch of the museum there is a pedicab which is a past means of transportation which was originally driven by Chinese in this archipelago.
Entering the front door we will be greeted by 2 replicas of the Lion Dance which characterize the Chinese game in various ceremonies both welcoming the Chinese New Year, welcoming guests of honor, inauguration of new buildings and others. Both of these Lion Dance stand flanking the current image of the president and vice president.
Next we will be invited to take a tour to see a space containing different themes. There is a picture of the Indonesian president from the first to the present and a description of each contribution to the development of the Chinese community so far referred to as Chinese in Indonesia under their respective images.
Then there are objects related to the life of Chinese people in Indonesia starting from the arrival of Admiral Cheng Ho. There are also notes on the development and rebellion of Chinese citizens who sided with the indigenous archipelago against Dutch colonial rule. As well as notes on the involvement of Chinese citizens in Indonesia in the struggle and development of Indonesia's development ranging from rebellion against Dutch colonialists, the use of Chinese homes in Rengas Dengklok in the preparation for the independence of the Republic of Indonesia, the participation of several Chinese citizens in the battle for independence and recognized as Indonesian freedom fighters, and the role of Chinese citizens in various fields such as sports, education, government and various other fields in filling Indonesia's independence.
Amid the Cheng Ho Museum, there is a prayer altar for visitors who wish to pray for the spirit of Admiral Cheng Ho.
#letsguide
#letsguides
#localguidesconnect
#googlelocalguides
#jakartalocalguides
#indonesialocalguides
#googlemaps
#wisatajakarta
#wisatamuseum
#wisatamuseumjakarta
(Original)
Museum Cheng Ho yang terletak didalam Taman Tionghoa TMII berdampingan dengan Museum Haka ini berisikan sejarah perjalananan Laksamana Cheng Ho dari negeri asalnya ke Nuaantara dan menjadi salah satu pelopor masuknya migrasi suku bangsa Cina ke Nusantara ini.
Museum ini memiliki satu patung Laksamana Ceng Ho di halaman depan ditepi danau menghadap ke danau dan jembatan yang masih dibangun.
Di beranda depan museum ini terdapat sebuah becak yang merupakan alat transportasi masa lalu yang pada awalnya dikemudikan oleh orang Cina di Nusantara ini.
Memasuki pintu depan kita akan disambut oleh 2 replika Barongsai yang menjadi ciri khas permainan orang Cina dalam berbagai upacara baik menyambut tahun baru Imlek, menyambut tamu kehormatan, peresmian gedung baru dan lainnya. Kedua Barongsai ini berdiri mengapit gambar presiden dan wakil presiden yang sedang menjabat saat ini.
Selanjutnya kita akan diajak berkeliling melihat ruang ruang yang berisikan tema yang berbeda. Ada yang berisikan gambar presiden Indonesia mulai dari yang pertama hingga yang sekarang menjabat dan keterangan kontribusi masing masing terhadap perkembangan komunitas warga Cina hingga sekarang ini disebut sebagai orang Tionghoa di Indonesia dibawah gambarnya masing masing.
Kemudian ada benda benda yang berkaitan dengan kehidupan orang Tionghoa di Indonesia mulai dari kedatangan Laksamana Cheng Ho. Juga ada catatan perkembangan dan pemberontakan warga Tionghoa yang berpihak kepada kaum pribumi Nusantara melawan penjajahan kolonial Belanda. Serta catatan akan keterlibatan warga Tionghoa di Indonesia dalam perjuangan dan perkembangan pembangunan Indonesia mulai dari pemberontakan melawan kolonialis Belanda, penggunaan rumah warga Tionghoa di Rengas Dengklok dalam persiapan kemerdekaan Republik Indonesia, peran serta beberapa warga Tionghoa dalam pertempuran kemerdekaan dan diakui sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia, dan peran warga Tionghoa dalam berbagai bidang seperti olahraga, pendidikan, pemerintahan dan berbagai bidang lainnya dalam mengisi kemerdekaan Indonesia.
Ditengah Museum Cheng Ho ini terdapat altar persembahyangan bagi pengunjung yang ingin bersembahyang bagi arwah Laksamana Cheng Ho.
#letsguide
#letsguides
#localguidesconnect
#googlelocalguides
#jakartalocalguides
#indonesialocalguides
#googlemaps
#wisatajakarta
#wisatamuseum
#wisatamuseumjakarta